Aug 16, 2016 / by Tim HPD Pimnas / No Comments

Judul PKM : RANDANG (Peringatan Dini Banjir Bandang)

 

Tujuan : Menciptakan prototype RANDANG dengan menggunakan arduino uno dan GSM Shield sebagai pengirim pesan.

Nama Mahasiswa : Rangga Aprillian, Aulia Rahman, Willy Azhar, Faisal Rahmat

Nama Pembimbing : Dr. Eng. Muhammad Ilhamdi Rusydi

Nama Perguruan Tinggi : Universitas Andalas

Kategori PKM : PKM-KC

Deskripsi PKM :

Banjir, bencana tak terduga yang dapat diakibatkan oleh limpahan air hujan yang tidak tertampung oleh sungai. Terkadang, bencana ini merepotkan warga karena tidak adanya sistem peringatan dini yang efisien dan efektif. Padahal seharusnya warga mendapatkan peringatan sebelum banjir itu datang, terkhusus banjir bandang.

Berawal dari keresahan itu, empat mahasiswa dari Universitas Andalas (Unand), Rangga Aprillian, Aulia Rahman, Willy Azhar, dan Faisal Rahmat memberikan solusi dengan menciptakan sistem peringatan dini banjir bandang yang disebut dengan RANDANG (Peringatan Dini Banir Bandang). Berkat inovasinya ini, keempat mahasiswa yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) lolos menjadi salah satu peserta dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional XXIX (Pimnas ke-29) di Institut Pertanian Bogor (IPB). Tim PKM ini dibimbing oleh Dr. Eng. Muhammad Ilhamdi Rusydi.

Rangga Aprillian, ketua dari tim PKM itu mengatakan ide ini muncul karena tragedi Mapala Unand yang sering terjadi banjir bandang. Daerah ini terletak di perbukitan atau daerah hulu yang sulit sekali diprediksi cuacanya. Terkadang, ketika cuaca cerah pun banjir tiba-tiba datang di daerah hilir sehingga perlu peringatan dini agar masyarakat dapat mengantisipasinya.

RANDANG dibuat dengan menggunakan sensor yang dapat mendeteksi ketinggian air. Alat ini bekerja dengan cara mengukur ketinggian air pada daerah hulu sungai. Setelah itu arduino uno akan menerima data dari hasil pembacaan sensor tersebut, sehingga didapatkan output berupa informasi mengenai ketinggian air. Informasi ini dapat dilihat pada ponsel dan running text serta alarm yang dipasang di hilir dan akan berbunyi jika ketinggian air masuk level membahayakan.

Sistem yang memiliki keunggulan cepat, akurat dan realtime ini diharapkan bisa menjadi solusi inovatif sebagai peringatan dini bencana banjir bandang yang sering terjadi di wilayah Sumatra Barat bahkan Indonesia, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kerugian pada masyarakat. (IM)