Sep 02, 2016 / by Tim HPD Pimnas / No Comments

Judul : Aktivasi Zat Warna Indigosol pada Batik dengan Menggunakan Sinar Ultraviolet sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Warna Batik

 

Tujuan : Menentukan panjang gelombang, intensitas LED dan waktu penyinaran yang optimum untuk mengganti matahari sebagai activator warna pada zat warna indogosol

Kelompok : Pedrick Pratama, Ichsan Aulya, Nabella Adjani, Ariva Permatasari, Billy Suyapmo

Pembimbing : Dr. Ir.  Eko Mursito Budi, M.T

Nama Perguruan Tinggi`: Institut Teknologi Bandung

Kategori : PKM Penelitian Eksakta

Deskripsi :

Sejak dikukuhkannya batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) pada tahun 2009, pasar batik di dunia internasional terus meningkat. Hal ini mendorong industri batik di Indonesia untuk meningkatkan jumah produksinya. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan jumlah produksi batik ialah jenis zat pewarna. Zat warna unik indigosol memerlukan penyinaran matahari untuk memunculkan warna pada kain putih. Sayangnya iklim Indonesia yang memiliki musim hujan menyebabkan pewarnaan indigosol kurang efektif. Tingkat kecerahan warna kain batik bergantung pada kualitas penyinaran dimana saat intensitas matahari rendah, aktivasi zat warna di permukaan kain tidak berjalan dengan baik. Pada proses penyinaran tersebut, molekul zat warna menyerap energi dari sinar matahari untuk mengeksitasi molekulnya. Agar hal tersebut terjadi maka foton harus memiliki energi yang cukup tinggi. Jika energinya tidak cukup tinggi maka molekul tidak dapat tereksitasi dengan sempurna.

Pada penelitian ini dilakukan uji tiga variabel yaitu panjang gelombang, intensitas, dan lama waktu penyinaran untuk menentukan pengaruh masing-masing variabel terhadap hasil warna kain batik. Hasil dari setiap percobaan dibandingkan dengan hasil penyinaran sinar matahari menggunakan spektrometri. Berdasarkan analisis, diperoleh kriteria yang baik yaitu panel LEDUV dapat menggantikan penyinaran matahari, intensitas yang baik terlihat pada jarak 10 cm. Hasil warna batik menggunakan prototype panel LEDUV berpotensi mengatasi permasalahan ketersediaan matahari, meningkatkan efisiensi produk batik dan memiliki kualitas standar ekspor terutama ke Eropa. Hasil penelitian ini akan dipublikasikan pada EPIC (Engineering Physics International Conference) 2016. Ditahun 2017, peneliti merencanakan untuk membuat automasi penyinaran dan komersialisasi produk untuk masyarakat. (Farliani)

Contac Person             : pedrick095@gmail.com