Sep 05, 2016 / by Tim HPD Pimnas / No Comments

Judul PKM : Negosiasi Mahasiswa Wirausaha Agribisnis Kreatif Penerima Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan di Institut Pertanian Bogor.

 

Tujuan : Identifikasi karakteristik kewirausahaan mahasiswa. Identifikasi hasil negosiasi mahasiswa wirausaha. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil negosiasi.

Nama Mahasiswa : Januar Setiaputra Pratama, Alfian Nur Hafiizh, Muhammad Suryanto, Nova Chrisdayanti Siahaan, Robby Trisno Hadhi

Nama Pembimbing : Dra. Yusalina M,Si

Nama Perguruan Tinggi : Institut Pertanian Bogor

Kategori PKM yang dilombakan : Sosial Humaniora

Deskripsi PKM :

Keberhasilan negosiasi dalam kegiatan wirausaha tergantung dari faktor-faktor yang mempengaruhi hasil negosiasi tersebut, terutama dari dalam diri sang entrepreneur itu sendiri.

Hasil riset dari tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Institut Pertanian Bogor (IPB) bertujuan ingin menunjukkan karakteristik kewirausahaan yang mempengaruhi hasil negosiasi, seperti: kepandaian dalam membuat keputusan, ketegasan (decisiveness), sikap tanggap terhadap perubahan, pengambil risiko, pandai berkomunikasi, kepemimpinan, percaya diri dan ketetapan hati.

Selain itu, ada empat karakteristik lain, yaitu ketegasan, kepemimpinan, pandai berkomunikasi, dan percaya diri yang mempengaruhi hasil negosiasi yang akhirnya berujung menang-menang, menang-kalah dan kalah-kalah yang telah dilakukan oleh mahasiswa wirausaha.

Negosiasi merupakan proses pengambilan keputusan yang membutuhkan ketegasan dan kemampuan berkomunikasi yang baik. Disamping itu, kepercayaan diri dan jiwa kepemimpinan yang menjadikan pribadi negosiator mampu mengendalikan lingkungan dan lawan negosiasinya. Dengan demikian, seorang wirausaha harus mengedepankan karakteristik ini selama proses negosiasi demi kelancaran usaha mereka. Akan tetapi, karakteristik kewirausahaan tersebut tidak serta merta dapat dimiliki oleh seorang wirausaha, karena membutuhkan proses yang dipraktekkan dalam kegiatan sehari-hari.

Para wirausahawan muda juga perlu mengikuti pelatihan untuk mengembangkan kemampuan negosiasinya. Pelatihan ini dapat diintegrasikan dalam kegiatan kelembagaan kemahasiswaan di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Profesi (Himpro), dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) berbasiskan  pengembangan kewirausahaan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi tinggi untuk menjadi wirausahawan. Berdasarkan  karakteristik usaha, sebagian besar mahasiswa PKM bidang Kewirausahaan menggeluti usaha kerajinan yang dirintis. Sedangkan mereka yang tidak melanjutkan usaha setelah kegiatan PKM umumnya produknya masih trial and error.