Sep 05, 2016 / by Tim HPD Pimnas / No Comments

Judul PKM : Tinjauan Filsafat Sosial terhadap Pandangan Hidup Pemeluk Agama Baha’i di Desa  Cebolek, Margoyoso, Pati

 

Tujuan : Mengeksplorasi Eksistensi Agama Baha’i di Desa Cebolek dan respon masyarakat terkait keberadaannya, mengeksplorasi nilai-nilai pluralitas sosial sebagai pandangan hidup umat Baha’I, pengaruh nilai “Pluralitas Sosial” sebagai pandangan hidup pemeluk Agama Baha’i di Desa Cebolek terhadap lingkungan sekitarnya.

Nama Mahasiswa : Ghilman Nafadza H, Fety Hikmatul Umami, Maulana Zakariyya, Achla Himmah, M. Naufal An-Nabil

Nama Pembimbing : DR. RR Siti Murtiningsih

Nama Perguruan Tinggi : Universitas Gadjah Mada

Kategori PKM yang dilombakan : Sosial Humaniora

Deskripsi PKM :

Indonesia merupakan negara plural dan multireligi dengan berbagai agama dan aliran kepercayaan. Seperti yang diketahui ada enam agama yang diakui di Indonesia, yaitu Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, dan Konghuchu. Pada kenyataannya, masih banyak agama lain yang ada di Indonesia juga beberapa aliran di Indonesia, salah satunya agama Baha’I yang ada di Desa  Cebolek, Margoyoso, Pati.

Agama Baha’I pertama kali muncul tahun 1863 dan termasuk agama kedua yang paling tersebar di dunia. Sama seperti agama lainnya, agama Baha’I memiliki Tuhan, kitab suci, tata cara beribadah, dan nabi.

Tim ProgramKreativitas Mahasiswa (PKM) dari Universitas Gadjah Mada melihat permasalahan mengenai fenomena sosial, klaim Baha’I sebagai agama. Eksistensi umat agama baha’I di desa Cebolek ditunjukkan dengan kontribusi aktif terhadap kegiatan masyarakat dan kegiatan sosial umat Baha’I yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Pandangan hidup yang berdasar pada prinsip rohani (keesaan Tuhan, kesetaraan gender, kebenaran, kesetiaan pada pemerintah, pendidikan universal, dan toleransi umat beragama) Agama Bahaí merupakan wujud dari nilai nilai pluralitas sosial.  Pengaruh nilai-nilai pluralitas sosial dapat diimplementasikan dengan baik oleh umat Baha’I melalui  kontribusi aktif mereka dalam kegiatan masyarakat.

Rekomendasi tim kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pati terkait keberadaan warga umat baha’i untuk menjaga kententraman dalam masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian kementerian agama Kabupaten Pati berharap penguatan kerukunan antar agama di kabupaten Pati dapat lebih meningkat.